Senin, 07 September 2015

Untuk Dia, Lelaki Renta dan Tawa Bahagianya.

Tawa Tanpa Suaranya

Aku terpana melihatnya
Seorang lelaki yang renta
Menghirup kopi di gelas kaca
Duduk bersila melambaikan tangannya
Siapa gerangan anak paruh baya
Tersenyum mencium telapaknya
Demi baktinya
Tua renta itu dulunya perwira
Yang tersenyum tiada bunyinya
Dia yang sering tertawa
Tertawa disertai air matanya
Tawanya tiada bersuara
Anaknya besar didekapannya
Ia sebatang kara
Ia tertawa tanpa suara
Pasir tanah berlalu sudah
Tulangnya rapuh ototnya lumpuh
Namun hidup ia tangguh
Tua renta sang perwira
Yang tertawa tanpa suara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar