AKU SAKSINYA
Di kala semburat merah senja menerpa tubuhku,
dahulu itu
Lalu seorang paruh baya
dengan wajah lelahnya melewatiku
Menerobos masuk ke dalam ragaku
Disambutlah ia oleh bidadarinya
Diiringilah ia oleh anak lelakinya
Dengan piano tua di pelupuk mata
Aku menyaksikan dan tersenyum
Di senja keesokan harinya ...
Tubuhku telah berlumut menanti si paruh baya
Ia tak kembali lagi
Bidadari pergi tak jua kemari
Sang anak bermain sendiri
Ditemani derit ambang mulutku yang tak peduli
Akulah saksinya
Yang melihat segala sesuatunya
Yang melihat tawa bahagia yang kulingkupi sendiri
Akulah penjaganya
Yang memagari tawa canda mereka
Akulah saksinya
Yang melihat waktu membawa semuanya
Magelang, 1 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar