Rabu, 24 April 2013

Ajaibnya Susi Susanti

Nama Susi Susanti sudah tak asing lagi bagi semua kalangan. Namanya yang melejit melalui prestasinya di cabang olahraga bulutangkis membuatnya tentu akan selalu dikenang banyak orang. Siapa gerangan tidak tau Susi?

Berikut penulis akan sedikit cerita, sedikit yang penulis tau tentang legenda hidup bulutangkis Indonesia, tante Susi.

Susi Susanti merupakan pemain muda yang sangat berbakat di eranya. Bersama merah putih, dia menyumbangkan berbagai gelar kejuaraan. Susi adalah pemain putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Keajaiban wanita kelahiran Tasikmalaya, 42 tahun silam ini jelas terlihat saat pagelaran Sudirman Cup dilaksanakan di Jakarta, tahun 1989. Indonesia saat itu mampu menembus final dan akan menghadapi perlawanan dari Korea.

Kedudukan saat itu, Indonesia tertinggal 2-0 atas Korea yang begitu mendominasi. Susi yang saat itu berusia 18 tahun, untuk pertama kalinya harus tampil di turnamen yang besar. Kebetulan match ketiga mempertemukan Susi dengan pebulutangkis putri Korea. Nasib Indonesia berada ditangan Susi. Ketika itu punggawa garuda telah berpasrah karna Susi tak sama sekali diunggulkan.

Game pertama pun dimulai. Dengan sangat meyakinkan, wakil korea memimpin set 1 dengan kemenangan 11-5 atas Susi. Garudapun makin berpasrah. Set kedua tak ada perubahan Susi tetap tertinggal 10-1. Hampir tak ada harapan untuk Indonesia. Satu saja kesalahan dari Susi, akan berbuah kemenangan bagi Korea. Indonesia sudah semakin menekuk mukanya.

Namun apa yang terjadi?

Susi muda sama sekali tak mau menyerah. Dikeadaan genting itu, Susi tetap tenang. Ia dengan ulet mengejar bola dan berpoin-poin menunda kemenangan Korea. Ia cukup berhati-hati karena jika ia membuat kesalahan maka tamat sudah. Dengan kerja keras itu, Susi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Sebanyak 9 angka berturut-turut Susi sama sekali tak membuat kesalahan. Ia sukses memaksakan deuce untuk lawan yang tadinya sudah di atas angin.

Susi dengan mukjizatnya akhirnya berhasil memenangkan set 2 dengan skor 12-10. Lawan yang tadinya sudah diatas angin akhirnya jatuh mentalnya. Sehingga set ketiga, Susi berhasil menghajar habis wakil Korea dengan skor 11-0.

Kemenangan ajaib Susi menyihir punggawa-punggawa Indonesia untuk meningkatkan semangat. Sehingga dalam 2 partai terakhir, Indonesia mampu meraih poin, dan mengantarkan Indonesia pada gelar juara Sudirman Cup. Publik istora bergemuruh menyambut bahagia piala Sudirman.

Sejak saat itu, Susi menjadi momok menakutkan bagi pebulutangkis manapun. Konsistensinya begitu luar biasa. Semangat dan kerja kerasnya dilapangan membuat penikmat bulutangkis tak bosan untuk melihat aksinya.

Ia juga menjuarai sejumlah kejuaraan lain. Gelar All England berhasil disabetnya pada 1990, 1991, 1993, dan 1994. Gelar Indonesia Open juga berhasil diambilnya sebanyak 5 kali. Emas pertama Indonesia di Olimpiade juga disumbangkannya di Barcelona, 1992.

Lekat dalam ingatan, saat Susi menangis haru di podium Olimpiade. Mendengar lagu Indonesia raya dinyanyikan disana. Perunggu Olimpiade Atlanta, 1996 menjadi penutup karir Susi Susanti, yang saat itu memutuskan untuk berhenti diusianya yang sangat muda karen tengah mengandung buah cintanya bersama Alan Budikusuma.

Susi Susanti, si muda berbakat asal Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar